Air bersih memang menjadi kebutuhan mendasar manusia. Tetapi kini kebutuhan mendasar tersebut mulai sulit didapatkan, selaindeforestasi dan bercampurnya limbah, pemanasan global juga semakin memperkecil kemungkinan mendapatkannya. Bagi mereka yang hidup di negara miskin dan berkembang, sulitnya mendapatkan air bersih semakin mengurangi kesempatan hidup yang lebih baik.
Berangkat dari kenyataan itu, seorang doktor dari Manchester University mulai mengembangkan teknologi untuk mengubah urin kembali menjadi air bersih dan sekaligus menghasilkan energi.
Saat ini menghasilkan energi dari urin sudah dilakukan oleh banyak ilmuwan dari berbagai belahan dunia. Teknologinya pun sudah bisa diandalkan. Tetapi menghasilkan bahan bakar hidrogen serta menghasilkan air bersih dari urin merupakan hal baru.
Dr. Sarah Haigh tidak bekerja sendirian, dia menggandeng sekelompok peneliti di Imperial College London danDurham University. Untuk mencapai sasarannya,




