Ads 468x60px

Friday, November 16, 2012

Dengan Kantong Plastik Yang Dikembangkannya, Ilmuwan NASA Daur Ulang Air Seni Menjadi Air Minum

Tampaknya sisa metabolisme tubuh manusia masih menjadi perhatian para ilmuwan untuk dimanfaatkan kembali. Selain sebagai sumberbahan bakar fuel cell, urin juga dimanfaatkan kembali sebagai air layak minum, meski di beberapa negara, urin langsung diminum kembali tanpa proses pemurnian dan dianggap sebagai salah satu metode pengobatan tradisional.

Tidak demikian halnya dengan para ilmuwan NASA. Mereka berhasil mengembangkan teknologi pemurnian urin menjadi air minum. Bagi mereka, keberhasilan teknologi tersebut erat kaitannya dengan beban yang ditanggung pesawat luar angkasa Atlantis yang seringkali mereka gunakan untuk misi penelitian.

Ilmuwan NASA sedang memperagakan kantung plastik pendaur ulang urin menjadi air minum

Menurut mereka, setiap setengah kilo akan mengurangi biaya sebesar US$ 10.000 dalam tiap kali misi. Tetapi sepertinya manfaat teknologi tersebut bukan hanya penting bagi pesawat luar angkasa NASA.

Teknologi yang dikenal dengan forward osmosis tersebut juga bisa diterapkan pada wilayah-wilayah tandus yang sulit untuk mendapatkan air minum.

Tanpa menggunakan listrik dan energi lainnya, proses osmosis bisa terjadi berkat desain sederhana yang memanfaatkan alat suntik untuk menarik cairan melalui sebuah katup berbentuk T ke dalam sebuah wadah dan proses reaksinya akan terjadi dengan sendirinya selama 4-6 jam kemudian. Hasilnya, urin bisa diminum kembali dalam bentuk air murninya.



Source: planet hijau

0 komentar:

Post a Comment

 

Sample text

Sample Text