Tidak demikian halnya dengan para ilmuwan NASA. Mereka berhasil mengembangkan teknologi pemurnian urin menjadi air minum. Bagi mereka, keberhasilan teknologi tersebut erat kaitannya dengan beban yang ditanggung pesawat luar angkasa Atlantis yang seringkali mereka gunakan untuk misi penelitian.
Ilmuwan NASA sedang memperagakan kantung plastik pendaur ulang urin menjadi air minum
Menurut mereka, setiap setengah kilo akan mengurangi biaya sebesar US$ 10.000 dalam tiap kali misi. Tetapi sepertinya manfaat teknologi tersebut bukan hanya penting bagi pesawat luar angkasa NASA.
Teknologi yang dikenal dengan forward osmosis tersebut juga bisa diterapkan pada wilayah-wilayah tandus yang sulit untuk mendapatkan air minum.
Tanpa menggunakan listrik dan energi lainnya, proses osmosis bisa terjadi berkat desain sederhana yang memanfaatkan alat suntik untuk menarik cairan melalui sebuah katup berbentuk T ke dalam sebuah wadah dan proses reaksinya akan terjadi dengan sendirinya selama 4-6 jam kemudian. Hasilnya, urin bisa diminum kembali dalam bentuk air murninya.
Source: planet hijau

0 komentar:
Post a Comment